Thursday, September 16, 2010

lebaran

Ramadhan telah usai, kegembiraan lebaran tak bisa saya tahan dan pendam. Jauh Lebih tidak bisa tahan dibandingkan dengan tidak bisa BAB selama 15 hari sekalipun, jauh lebih gembira dari menang dibanding ditangkapnya 26 politisi karena penyuapan pemilihan pejabat BI, apalagi jika dibandingkan dengan menang SDSB sekalipun.

Istimewanya lebaran buat saya memang tidak terkira, mulai dari Solat Id-berkeliling kampung atau didatangi tetangga di kampung untuk bermaap-mapan-sungkeman- pake baju baru- berkumpul dengan keluarga, indah semua. Entah kebetulan,karena saking gembiranya tak terkira ini, rasanya meminta maap di hari lebaran jadi lebih mudah dan ikhlas dibanding hari-hari biasa, mungkin semudah anggota DPR melakukan studi banding ke luar negeri.

Oleh karena itu degan sangat semangat dan penuh ikhlas saya hubungi orang-orang yang sering bersinggungan ataupun jarang dengan saya baik dalam sehari-hari bekerja, beraktivitas dan berkomunitas baik lewat telpon, kirim sms, BBM, YM, posting milis dll untuk meminta maap atas kesalahan-kekhilafan-ketidak sengajaan-kesengajaan kepada. Walau sedikit butuh birokrasi dan alat bantu teknologi rasanya meminta maap di hari lebaran sangatlah menyenangkan.

Beda halnya dengan meminta maap, saya rasakan memaapkan lebih susah dibanding meminta maap itu sendiri, jauh lebih berat juga dibanding meminta naik gaji atau minta tambahan diskon kepada principal, memaapkan jauh lebih sulit dibanding soal-soal UMPTN, dan terasa jadi lebih rumit dan birokratif seperti bikin SIM atau perpanjangan STNK. Berabenya lagi memaapkan harus kita sendiri yang melakukan tidak bisa pake calo, joki atau di-surat kuasa-kan.

Apa boleh buat, saya harus sekuat tenaga dan ikhlas dalam urusan memaapkan ini. Bahkan Jibril telah berdoa kepada Allah yang di-amin-kan oleh nabi Muhammad SAW untuk tidak mengampuni dosa Suami istri yang tidak saling memaapkan, Anak yang durhaka dan tidak meminta maap kepada orang tuanya, dan orang-orang yang tidak saling bermaapan dan menjaga silaturahmi. Andaikan saya hidup di jaman Nabi dan diberi kesempatan memberikan usul untuk tambahan doa malaikat Jibril, saya akan mengusulkan agar Allah SWT tidak memaapkan :

1.Orang yang korupsi BLBI, Century, Pertamina, PLN, Kimia Farma, penggelap pajak, dan lain-lainnya yang berhubungan dengan hidup orang banyak , serta aparat dan presiden yang membiarkan kasusnya berlarut-larut. kalaupun dimaapkan sebelumnya saya ingin mengarak dulu keliling kota tanpa busana.
2.Markus di kepolisian-kehakiman-kejaksaan, makelar tender di partai politik- DPR-walikota-gubernur- rumah sakit –dinas kesehatan dll yang jauh lebih menyakitkan hati saya dibanding kegagalan Roberto Baggio dalam mengeksekui penalty di final piala dunia 1994.
3.Ketua umum PSSI, yang susah sekali turun dari jabatanya padahal PSSI tidak pernah membawa gelar juara dan banyak sekali alesan pembenarannya.

Ya Allah semoga saya diberikan kekutan agar mudah memaapkan dan menjadi orang yang bersyukur atas segala sesuatu..


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Minal Aidin Wal faidzin..

Friday, September 10, 2010

Takbiran

Besok Lebaran, karenanya malam ini seharusnya saya takbiran. Tapi apa daya untuk melakukannya di mesjid seperti masa kanak-kanak dulu rasanya terlalu banyak hambatan. Iya, ironis.. seharusnya semakin bertambah umur semakin meningkat pula kegiatan dan aktivitas yang berhubungan dengan ajaran Rosul, salah satunya takbiran di mesjid, faktanya hal itu lebih semangat dilakukan di masa kanak-kanak dulu dibanding sekarang. Saya engganmembayangkan bagaimana berlinangnya air mata Rosul melihat pemuda seperti saya yang lebih memilih takbiran di rumah dibanding di mesjid.

Ada beberapa hal hambatan dan rintangan saya untuk melakukan takbiran di mesjid, yaitu :

1.bapak-bapak yang takbiran di mesjid biasanya sudah cukup umur dan cukup ilmu agamanya. Untuk memberikan variasi kegiatan di sela-sela takbiran seperti diskusi masalah politik, gosip artis atau hanya sekedar bertukar aplikasi BB rasanya akan sangat sulit.

2.Saya juga tidak terlalu banyak kenal dengan Bapak-Bapak yang takbiran di mesjid, jadi untuk mengkudeta mikrofon agar saya gunakan untuk berorasi dalam rangka mengggugah hak control masyarakat terhadap rencana pembangunan gedung DPR yang menghabiskan 1,6 T atau mengingatkan masyarakt untuk tidak melupakan kasus bank century dan kasus BLBI rasanya aga ngelunjak juga.

3.Acara televisi memberikan rasa penasaran yang sangat mendalam buat saya dalam hal mengemas takbiran dimasa kini ; panggung megah, lampu sorot mewah dan diisi artis yang mendadakberpakaian seperti sudah seperti alim ulama yang khatam 30 juz dalam satu kali solat taraweh, padahal setelah dia bernyanyi dia lalu berteriak..’boleh minta tepuk tangannya semua..’ –kata2 yang tidak pernah saya dengar keluar dari mulut Bapak-bapak yang takbiran di mesjid.

Buat saya -yang selalu tampil sebagai pahlawan pembela pembenaran- mau melakukan takbiran di mesjid, di rumah, atau di pusat perbelanjaan, Hari Raya Idul Fitri adalah milik semua orang, baik yang puasanya penuh sebulan atau tidak, untuk kaum muslim atau bukan, PJKA, Damri, maskapai penerbangan, juga milik pemilik toko, milik bos hipermarket, penjual daging, penjual ketupat, preman pasar, penembak misterius, kelompok kapak merah, Akbar Tanjung, Ajat Sudrajat, Roma Irama dan soneta, remaja ataupun dewasa, semua menyambut dengan rasa suka cita dan bergembira, entah karena motif ekonomi, motif pembaharuan baju lebaran atau karena cuti panjang.

Tapi sebetulnya ada golongan yang masih berharap-harap cemas ditengah kebahagiannya Idul Fitri karena masih menunggu kebijakan Menkominfo dalam blokir memblokir situs tertentu, apakah masih berlaku atau tidak. Lalu yang juga harusnya harap-harap cemas adalah pemerintah, karena selama ini masyarakat (terutama saya) menahan diri untuk berkata-kata kasar atas kegoblokan diplomasinya dengan Malaysia, atas kasus century yang tak kunjung selesai, dan atas remisi terhadap para koruptor yang segampang ‘sale lebaran’ dan ‘midnight sale’.

Apapun, mari di malam ini kita panjatkan puja puji kehadirat Allah yang Maha Suci, kesalahan hanya milik manusia, dan kegoblokan hanya milik pemerintah Indonesia.
Maha Besar Allah, Allah Maha Pengampun, Maha suci Allah . Tiada Tuhan selain Allah.

Tuesday, September 07, 2010

obat bius

Dalam satu minggu ini saya menerima pesan-pesan seperti ini :

‘Info penting! Hati2 sehabis ambil uang di atm dan nemuin bapa2 atau ibu2 yang ga kita kenal yg pura2 nanyain brg ketinggalan or whatever di dlm atm yg bertujuan agar kita masuk lagi kea tm. Jgn pernah mau !! Lansung jawab TIDAK dan segeralah pergi, karena udah kjadian bbrpa org terhipnotis di atm nya. Sebarkan berita ini, spy teman2 yg kita kasihi terhindar dari penipuan ini ..’

juga seperti ini ..

‘To All !Hati2 di tempat parkir, ada modus jual parfum keliling, mereka maksa untuk tes wanginya, ternyata itu obat bius.. please forward to other friend’





Yang ga kalah seremnya ..

“hati2!! Kalau turun dari mobil lalu ada seseorang yang mendekat dan menawari ini itu, dia akan membius anda dan anda bisa memperkirakan apa yang akan terjadi selanjutnya..sebarkan hal ini demi kebaikan kita semua”.

Membaca pesan-pesan tersebut saya rasa yang namanya pencuri/perampok/ penjahat -apapun sebutan seburuk-buruknya untuk mereka- sekarang ini sudah semakin cerdas dan bernas dalam melakukan pekerjaanya. Entah kapan mereka belajar dari Hermawan Kertajaya atau Renald Kasali, tapi mereka sangat segmented dan focus dalam menggarap target marketnya, positioning tepat dengan taktik jitu. Mereka memberi nilai tambah kepada costumernya yaitu dengan tidak memberikan cacat fisik dan trauma berlebihan ketika dirampok/dicuri. Sepertinya yang teman saya (entah panji entah bukan) bilang bahwa bius / hipnotik memberikan efek nyaman kepada korban, mereka bisa mencapai tingkatan deep sleep yang sesungguhnya ketika terbius, padahal pada saat bersamaan saat ini di Indonesia Insomnia (susah tidur) menyerang 10% dari total penduduk Indoneisia.

Dan mari kita hitung efektivitasnya, jika seorang pencopet mencopet sebuah dompet pria, apalagi saya, mungkin yang mereka dapat hanya uang cash paling besar Rp. 200.000, lalu bon-bon dan kuitansi yang sudah tidak kalah tebalnya dengan skripsi s1, kartu kredit yang sudah di blok serta kartu debit yang no PIN nya jelas-jelas sulit dilacak kecuali ada yang tahu tanggal lahir presiden Soeharto. Begitupun dengan penjambret yang berhasil menjambret ibu-ibu yang gemar memakai kalung, rasanya juga harus sering2 main ke melawai untuk melihat bagaimana semprot emas yang begitu halus, kalung 1 gr bisa tampak menjadi 15 kg. Tapi coba bandingkan dengan taktik bius/hipnotis kepada pengendara mobil yang baru turun dari mobilnya seperti kasus diatas, setidaknya si pembius akan mendapatkan mobil lengkap dengan STNK , dompet beserta isinya, gadget : Blackberry - Iphone, laptop , DSLR + lensa, dan lain-lain isi dimobil tsb. Dengan resiko dihakimi masa dan atas nama efisiensi, alangkah bernasnya pilihan para pencuri/ perampok/penjambret mengalihkan modusnya ke bius/hipnotis ini.

Oleh karena itu marilah kita mewaspadai segala bentuk percobaan bius/hipnotis terhadap diri kita dan sebagainya dengan tujuan agar harta kekayaan kita tidak tercuri. Mengingat brand image profesi pencuri pun semakin menghalus, dari yang asalnya dipersepsikan dengan muka sangar- otot baja -rambut gondrong-mata satu, sekarang si penjahat sudah tidak bisa dipersepsikan dengan dandanan factual, mereka lebih modis, masuk di segala kalangan, dan tidak perlu biaya banyak untuk tato dan beli anting-anting atau kalung rante. Aktivis anti gender juga menemui hasilnya di sector riil ini, para pelaku sekarang tidak lagi dikuasai oleh satu gender tapi sudah cukup merata, hanya perbandingannya saja yang belum terevaluasi. Pencuri/perampok ini pun sudah tidak sah lagi disebut sebagai sebuah ‘profesi’, tapi mungkin lebih cocok disitilahkan sebagai ‘soul’, karena kerap profesi ini dilakukan secara ‘double’ bersamaan dengan pekerjaan sebagai pegawai pajak, panitia tender, pemilik proyek , penyusun anggaran, dan anggota dewan..


Harusnya dulu saya dan masyarakat kita mendapatkan pesan seperti ini juga :

“ hati2.. pembiusan massa dengan cara menghipnotis kita dengan janji-janji manis dan harapan yang mengada-ada di podium kampanye atau selebaran pamphlet serta spanduk-baligo yang mentereng.. uang anda akan digasak untuk alasan dana aspirasi, rumah aspirasi serta pembangunan gedung baru yang berisi tempat spa-kolam renang-sauna dan fitness centre”




-gambar2 masih disumbang mbah google

Thursday, September 02, 2010

bukber bareng teman kantor dan teman yang pengen diangap teman kantor

Kalau sudah masuk bulan puasa, salah satu momen yang kita tunggu adalah buka puasa bersama.

Walau hari gini sudah ada FB, twitter, YM, Gtalk, BBM, foursquare, multiply, blog dan lain-lain tetap saja kita dianugrahi keinginan untuk bertatap muka secara fisik di buka puasa bersama dan Bulan ramadhan memberikan peluang buat kita untuk bertemu orang –orang yang sudah lama tidak berjumpa, baik itu teman SMA, kuliah, SD, teman kerja lama, atau yang ngaku-ngaku teman lama.

Tidak hanya itu, teman-teman organisasi dan teman yang ngaku-ngaku teman di organisasi, teman-teman komunitas dan teman-teman yang ngaku-ngaku jadi teman dikomunitas, teman-teman kantor dan teman yang pengen dianggap jadi teman dikantor pun tetap saja menjadwalkan waktu untuk berbuka puasa bersama padahal kita cukup sering untuk bertemu mereka.. Keajaiban itulah yang selalu dihadirkan Bulan Ramadhan ini tentunya hanya salah satu dari sekian keajaiban yang lainnya.
dan kal ini pun saya berbuka puasa dengan temen-temen kantor dan teman yang pengen dianggap teman di kantor.

Namun ada beberapa hal yang sebetulnya ironi di buka bersama puasa itu buat saya, yaitu :
1. solat magrib kadang saya paksa untuk di jama' dengan alasan saya seorang musafir (dari bandung, coba cek deh ktp saya) ;

2. sambil nunggu buka kita-kita suka ngobrolin menjurus ke ngomongin teman yang belum hadir atau tidak hadir, atau bahkan ngomongin orang yang gada hubungnanya sama kita seperti seseorang entah dikantor mana nilep uang untuk hadiah pernikahan, atau ngomongin seseorang pejabat dikantor entah kantor mana yang service mobil istrinya ikut diclaimkan ke kantor, padahal ngomongin2 hal itu bisa mengurangi pahala puasa dan menambah haus ;

3. makanan kita pesan dalam jumlah yang banyak banget pdahal gatau siapa yang bayar, nah pas mau bayar dan ada yang bayarin keluarlah jurus pura2 ngeluarin dompet jadi ga terlalu kere keliatannyah (padahal puasa tidak boleh ria).

tetapi walopun bagaimanapun begitupun, buka puasa bersama itu sungguh indah, nikmat, dan romantis. Mudah2an ga cepat berlalu ni bulan puasa..dan kita semua mendapatkan Lailatul Qodr (tampaknya aga sulit kalau keseringan buka puasa bersama :p )


*inilah peserta buka puasa ituh..


*dari kiri atas selvi, tomi, yeyen, frinda, uda prazos..tentunya foto saya tidak usah lah ada disitu..


*sebetulnya suami dan anaknya yeyen yang lucu itu ikut.. tapi potonya nanti saya posting terpisah ya yen..
* ada satu lagi yang ikut, tapi siapa ya.. saya lupa..
tapi inilupa bukan gara2 judulnya di atas lo.. saya hanya lupa, maklum manusia.

Akhirul kalam, saya ucapkan terimakasih banyak buat donatur (yang tidak mau disebutkan namanya disini) yang sudah membuat kita kenyang, senang dan riang..

Informasi mengenai makan apa, rasanya gimana , minumannya enak atau engga saya tidak laporkan.. maklum saya lagi puasa.. lebih baik saya mengabsen asmaul husna daripada mengabsen menu buka puasa. *mantep ga tuh si gua..:p *