Thursday, February 12, 2026

3 alternate universe

Kawan,
Dalam masa perkembangan spiritual dan hormonal masa remaja, setidak nya ada 3 wanita yang jika saya seorang pencipta lagu, saya hendak buatkan Hymne atau Mars untuknya. Mereka kugemari dengan cara yang berbeda-beda. Ketiga nya adalah (i) Sally Marcelina (ii) Nirina Zubir dan (iii) Indri Kusumadewi
(i) Sally Marcelina
Buatku, Sally M adalah alternatif visual nyata tentang member VIP neraka yang sering digambarkan dalam ceramah para pemuka agama : Suka pamer aurat dan bahan omongan tetangga. Katanya jika kita sering2 melihatnya bisa menghambat langkah di sidratul muntaha.
Padahal Sally Marcelina adalah alternate universe fantasy para remaja yang berusaha relijius namun putus asa dalam membedakan panjangnya harokat Mad Thobi’i dan Mad Badal, membedakan mana Idzghom Bigunnah dan Idzghom Billagunnah.
Saat para remaja tanggung ikut trend dalam menggemari film hollywood yang alurnya sering bertele2 dan harus nonton dengan subtitle, Sally Marcelina hadir tanpa basa-basi dan to the point dalam film “Gairah cinta maria”, “Ranjang pemikat” atau “Akibat hamil muda yang kedua”. Jelas tanpa subtitle. Kalaupun ada subtitlenya tidak akan dibaca, karena percakapan nya tidak lebih penting dari adegan2nya.
Setidak nya Sally Marcelina adalah tokoh revolusi “liberte, egalite, fraternite” dalam tatanan rumah tangga orang tua saya, yang saat itu tak membuka celah apresiasi seni selain mendengarkan ceramah Zainudin MZ yang diputar tak tahu waktu tanpa belas kasihan, selama 1 dekade lebih.
Saya dan teman SMP bertiga pernah dipanggil ke ruang BP secara bersamaan. Saya dipanggil karena sering datang kesiangan, Herdinan karena terancam tidak naik kelas, sedangkan Yadi Mulyadi karena kedapatan menyelundupkan sobekan lembar majalah. Tak lain dan tak bukan adalah sobekan gambar dari yang mulia, yang kami hormati bersama, Sally Marcelina ! Bayangkan, bahaya propaganda Sally M dianggap setara sama dengan bahaya propaganda Kolonel untung dan Kahar Muzakar.
Singkatnya, Sally adalah Simbol perlawanan terhadap tatanan masyarakat yang datar-datar saja. Tokoh pembebas pikiran fantasy remaja, sosok antistatusquo yang mengorbankan dirinya demi masyarakat yang lebih progresif, dengan cara berperan menyamar dalam profesi sebagai pendermawan aurat, demi remaja dengan pemikiran terbuka, lebih tahan iman dan dekat dengan api neraka.
(ii) Nirina Zubir
Izinkan saya skip dulu bagian ini. Jika perlu kita bahas dalam bagian lain. Pada Intinya, Nirina Zubir adalah huruf N yang selama ini saya cari dalam undian permen karet YOSAN, langka dan setengah nyata.
Nirina Zubir dapat mendudukan kembali sesat pikir remaja yang sering tercela karena ulah para dermawan lapisan epidermis seluruh permukaan tubuh. Beliau, diucapkan dengan penuh hormat, menjadi sedikit tokoh publik yang memberikan antitesis bahwa daya tarik artis di TV berbanding terbalik dengan kecerdasannya.
Nirina adalah pencilan statistika, sebagai artis TV yang ada di deretan paling depan memberontak pada nasihat Vety Vera : “yang sedang-sedang saja”. Dia standout dan berdiri di altar podium. Nanti saya uraikan di lain kesempatan. Agar cepat2 masuk ke bagian 3. El grande.
(iii) Indri Kusumadewi
Kawan, kuceritakan sedikit tentang satu dari sedikit orang yang pada masanya membuat saya merasa gravitasi bumi mogok kerja dalam sekejap. Diam dan melayang-layang.
Bayangkan situasinya.
Kau seolah2 sedang berada di tengah pertunjukan band-band jelek di sebuah cafe mahal. Lalu muncul Wanita berbalut gaun merah Panjang, rambut terurai berjuntai lurus ke lantai, bagai gadis shampoo Emeron. Pusat perhatian dan idaman lelaki hidung belang. Lalu ia memainkan “Moonlight Sonata” dengan piano solo. Sesaat Gravitasiku tak bekerja.
Sebagai apakah saya dalam adegan tersebut ? Ya, Operator lighting !
Saat dia berjalan lewat kelas SMA ku dulu, bayangkan kau berada di sebuah arena aquatic Asian Games. Indri Kusumadewi adalah bak seorang atlet Loncat Indah yang melangkah perlahan, maju bergerak anggun pelan-pelan ke bibir papan tolak. Langkahnya hening tertiup angin muson barat. Lalu ia bersiap ancang-ancang untuk melakukan take off loncat indah gaya forward dive. Mempesona sekaligus membuat seisi bilik-bilik ventrikel berdenyut-denyut.
Sebagai apakah Saya dalam pemandangan ini ? Tukang sobek karcis masuk arena ! Aku tidak penting tapi aku ada ! Kata Descartes, "Cogito ergo sum".
Kelas kami bersebelahan. Lagu Iwan Fals “Jendela Kelas 1” ternyata kisah nyataku. Saya naksir berat tapi tak berkawan baik dengan nyali. Tak tahan, sy ceritakan pada anak2 Band ku, LOV100%, nama yang lebih cocok jadi password yahoo email. Saya minta agar band kami membawakan sebuah lagu untuk mewakili perasaan saya dalam jadwal manggung mingguan. Pilihan nya “Cant take my eys off you” sbg lagu manggung standard anak SMA skill Iqro 2, atau “Lovefool” The Cardigan. Rasanya 2 lagu itu cocok, walau penyanyi kami, Aditya Ali, vokal nya bergenre Krisyanto “Jamrud” versi kurang tidur. Tak mengapa yang penting tema nya kasmaran.
Kami voting. Lalu bersepakat. Hasil votingnya kita membawa kan lagu “Govinda Jaya Jaya”. Saya cek, ternyata lagu tsb tentang rapalan pujian terhadap dewa2 India. Saya kalah voting. Ya sudah, setidaknya lagunya tentang puji2an, saya resapi saja. Sial.
Kawan, kecantikan dan kecerdasan perempuan adalah duet maut membutakan, yang remaja pria dunia ketiga jarang temui di akhir tahun 90an. Namun Indri Kusumadewi adalah kamus lengkapnya. Lolos UMPTN di jurusan arsitektur ITB adalah bukti kemapanan kognitif yang tak boleh didebat. Sedangkan saya, tersesat jalan akademiknya, gagal meraih cita-cita sejak dalam perencanaan, karena memilih menjadi seorang farmasis.
Coba pikirkan dalam-dalam bandingan nya. Mahakarya arsitektur itu membentang luas dari Tajmahal-India, Acropolis di Atena hingga Sagrada Familia di Barcelona. Sementara, karya agung seorang farmasis adalah membuat sediaan Suppositoria, yaitu obat berbentuk seperti peluru, tanpa cita rasa seni sedikitpun, yang dimasukkan melalui anus. Seorang turis akan rela menyisihkan waktu & mengorbankan ratusan juta pendapatannya demi melihat karya-karya arsitektur di muka bumi. Lalu turis mana yang rela melihat praktek pemberian obat lewat anus dengan membayar ratusan juta ???
** 25 tahun berlalu. Tidak banyak perubahan versi dari si atlet loncat indah yang dulu kupuja puji lewat lirik dewa2 India itu. Kalau diuji statistika maka ku yakin uji signifikansi uji t > 0,05, artinya tidak ada perubahan signifikan selama 25 tahun berlalu. Apalagi kalau bandingan nya dengan teman-teman se fakultas ku yang banyak berubah menjadi mode “foto panorama” : lebar dan overlap antar organ.
Indri Kusumadewi sangat sukses sebagai professional arsitek di Singapura sejak 18 tahun lalu. Di kala saya kurang sukses sebagai salesman alat kesehatan periksa air kemih asal Jepang, namun sukses sebagai buronan ibu-ibu kos asal Utan Kayu, Tebet Timur dan Buaran. Di acara reunian, Indri dipanggil sebagai salah satu kebanggaan kampus yang berdiaspora. Sedangkan saya ? ya, sebagai show director gratisan yang sibuk cari2 mic acara yang hilang.
Kuceritakan pada istri, dia hanya tersenyum manis seperti biasa aku dibuainya. Dia lalu pergi tidur dan mengunci kamar. Tak lupa membanting pintu dengan lantang.
** Saya doakan selalu agar ketiganya sehat walafiat, bahagia dan sukses dalam mengarungi luas nya karunia hidup, dan menggapai tinginya langit cita-cita. Semoga saja doaku tak terhalang dosa krn harta, tahta dan Sally Marcelina

Thursday, August 28, 2025

Kawan kawan capres cipres ITB 99
di
seluruh penjuru mata angin.
Merdeka !
Tahun lalu di 2024, kita berhasil melaksanakan reuni 25 taun ITB 99 dengan sangat sukses, menyenangkan dan menghabiskan uang.
Kini di tahun 2025, dalam rangka 26 taun ITB 99, juga dalam rangka 80 taun Jepang menyerah kepada sekutu, dalam rangka 40 taun filem tragis Ari Hanggara, di edisi ke 6 event ITB ULTRA MARATHON (IUM), dengan ini ITB 99 bermaksud menyampaikan hal2 sbb :
1. ITB 99 akan turut serta dalam event ITB ultra marathon (berlari dari Jakarta - Bandung) dengan penuh kebanggaan, gairah dan semangat membara seperti Barry prima dan Yurike Prastika dalam filem “Jaka sembung dan Dewi Samudra”
2. Seluruh pelari yang turut serta dalam tim ITB 99 adalah hamba Alloh yang sudah aqil baligh, sehat jiwa raganya, telah mengikuti serangkaian seleksi yang sangat tidak ketat, melaksakakan serangkaian training seperti teknik berlari yang efisien, penguatan otot, kelincahan, kepimpinan dasar dan serta teknik parenting di era akhir zaman. Sehingga dipastikan pelari yang terpilih dapat berlari dengan baik dan selamat serta kembali diterima di keluarganya masing2.
3. Dalam perekrutan pelari, ITB 99 tidak membeda2kan atas spesifik jurusan, keragaman jenis kelamin, nilai mata kuliah Kewiraan, kaum percaya bumi datar atau bulat, golongan percaya Hitler mati di Berlin atau di Garut, penggemar McJagger atau Jirayut, fans Kurt Cobain atau Hamdan ATT, golongan bubur diaduk2 atau dimakan, pace kura2 ngantuk atau kijang kebelet pipis , semua bisa berkumpul & berkontribusi bersama ITB99 dalam bingkai Liberte, egalite, fraternite.
4. IUM 2025 ini adalah gelaran ke 7 event lari Jakarta - Bandung dengan total jarak 180Km yang dapat dilakukan secara munfarid (sendirian) dan atau berjamaah secara estafet bersama rekan2 mahluk hidup lainnya. Adapun kategori yang diikuti oleh ITB 99 adalah R1 (pelari tunggal 180Km), Relay 8 orang (total 1 tim), serta Relay 16 (total 2 tim) *dlm knfrms
5. Dalam rangka 26 taun kebersamaan, ITB99 akan memproduksi ulang baju olahraga 99 yang berwarna biru laut itu (tepat nya Laut cina selatan kalau tidak salah) dengan repro edisi dry fit yang biasa digunakan untuk berolahraga, berlari dan bernyanyi (jika berkeringat). Jersey repro olahraga 99 ini adalah simbol dari ketabahan & keperkasaan dalam menyelesaikan test lari 6x lapangan sabuga dan akan menjadi simbol perjuangan dalam menaklukan tanjakan ciawi dan menahan godaan “villa .. villa.. “ di puncak.
6. ⁠Baju olahraga repro ini bukan hanya akan dipakai oleh para pelari 99 di IUM ini, tetapi juga oleh seluruh 99 lainnya yang menjadi supporter, kru pada hari H, yang mendoakan, yang ikut nyumbang, yang ikut kritik, yang rebahan di rumah, yang pura2 gatau biar ga nyumbang. Pokoknya siapapun, demi kebersamaan ITB 99. Yang belum bayar jersey repro olahraga 99 tsb, silahkan segera selesaikan
7. Event IUM 2025 ini pun akan menjadi acara khidmat kebersamaan ITB 99 dengan tema ”Miles of Memory, pray for mates” dalam rangka mengenang dan mendoakan 19 rekan seangkatan yang telah pergi mendahului. Yang terbaru adalah Alm. Aan Rasulino FI 99, sosok yang selalu menjadi motor penggerak kebersamaan ITB 99.
8. Dalam rangka event IUM ini ITB 99 tidak menerima sumbangan apapun, besarnya berapapun, jika diberikan dengan tidak ikhlas. Apalagi bersumber pencucian uang, judol dan sumber haram lain yang dapat merusak moral bangsa. Tapi di luar itu, ITB 99 tidak akan menolak paksaan dari jiwa2 yang dermawan, berakhlak mulia, dan ringan tangan dalam memberikan sebagian kecil pendapatannya demi kelancaran, kebersamaan dan nama baik ITB 99 di IUM 2025 ini.
Demikian informasi ke-1 ini disampaikan untuk diketahui dan disebarkan ke rekan2 ITB99 lainnya sebagai tanda menyalakan siaga bersama.
RGI

Friday, August 09, 2024

Saya dan Kisruh Pocari Run 2024

Kawan,
Pocari run 2024 sudah 2 minggu berlalu.
Tapi rasanya nya ada hal-hal mengganjal yang jika tidak disampaikan khawatir jadi benih-benih usus buntu. Ada urusan yang belum selesai dengan event ini untuk dikomentari sebagai evaluasi pasca event.
Setidaknya evaluasi pasca even ini bisa jadi bahan obrolan kurang penting para pegiat lari. Karena sesungguhnya obrolan kurang penting di antara para pelari itu sangat berguna untuk mengalihkan basa basi racun dunia seperti : "dah daftar race apa lagi ?", "berapa target finish?", "lagi ada diskon sepatu lo !".
Evaluasi pasca event juga diperlukan untuk bahan diskusi bersama pasangan di rumah untuk mengalihkan riak-riak prahara rumah tangga seperti "race terooos..!", "paket lageee..", dan "ini janjian lari sama siapaaaa ?"
Tulisan ini ditujukan untuk 4 pihak utama yang mebuat gelaran Pocari 2024 ini dapat terus membaik dan menjadi yang terbaik. Yaitu kepada (i) Para Pelari, (ii) Masyarakat Bandung (iii) Penyelenggara, , dan terakhir Yth (iv) Mentri Pariwisata dan Kebudayaan.
(i) UNTUK PALA PELARI
Izinkan saya terlebih dahulu memetakan dan menyapa jenis-jenis golongan pelari yang hadir di event running pocari 2024 ini dan biasanya tersebar mewakili seluruh pelari dari segala penjuru mata angin :
1. Golongan pura-pura lemah tapi penuh dusta
Ini kelompok penipu kelas teri bongsor, pembohong kelas kucing garong dan berbahaya seperti pernyataan tengik "Aku kaya gini cuman sama kamu doang dek..!". Ini golongan yang layak diajak berantem sama Khabib Nurmagomedov.
Ini kelompok yang mengaku jarang latihan, ngaku ga punya training plan, bilangnya lari cuman gantiin teman yang berhalangan hadir, ngaku ga punya target waktu, ngakunya lari untuk senang-senang aja. Padahal persiapan nya sudah kaya mau ujian masuk ABRI, ikut bimbingan belajar sama coach khusus. Pas di race lari ngacir kencang kaya tupai kebelet birahi.
Pokoknya penuh dusta dan tipu daya.
2. Golongan gatau diri dan menantang maut
Golongan ini berlari di luar kemampuannya. Golongan yang membuat tim medis sibuk memenuhi jobdesnya. Sahabat baik salonpas spray dan sopir ambulans. Ga punya training plan, fakir latihan, miskin strength training, irit jam tidur tapi tiba-tiba pengen race Full Marathon.
Golongan yang punya target Half Marathon pace nya Robi siantury tapi latihan nya training vokal spt Roni Siantury. Ini golongan pelari yang membuat malaikat pencabut nyawa siap siaga menjalankan tugasnya. Dia pikir lari FM semudah tipu muslihat kepada pasangan "Ini beli sepatu mumpung lagi diskon aja ko Ayang"
Inilah golongan yang biasanya beresiko punya catatan jumlah cedera yang lebih banyak daripada catatan amalan puasa senen kemisnya.
3. Golongan Ambi dan tidak berbudi pekerti
Golongan ketiga ini yang jika posting foto di sosmed, terdapat simbol jam tangan mahal lalu ada statistiknya : Morning Running 21.1 Km, pace 5:00, HR 135. Terus dikasih caption : "Lari tipis-tipis" atau "Bukan Personal Best yang penting happy". Golongan ini yang membuat golongan kedua tadi semakin tidak tahu daratan.
Golongan yang sebetulnya diharapkan temen - temennya jadi cemilan ikan piranha kalo abis flexing catatan lari. Golongan yang jika nongkrong di cafe pesennya air mineral, yang kalau diajak maen malem izin pulang duluan terus bilang "besok ada PR longrun".
Golongan inilah yang butuh pertolongan taubat, karena mereka lupa bahwa silaturahmi lah yang akan mempermudah masuk sorga bukan ngerjain PR dari personal coach.
4. Golongan Pelari Penggerak Ekonomi
Golongan pelari ini yang paling berbakti kepada perputaran roda ekonomi bangsa, tetapi beresiko memicu konflik pisah ranjang dalam rumah tangga. Semua dibeli. Kolektor nomor wahid alat dan bahan kebutuhan lari lainnya (yang ga butuh-butuh amat).
Jam sport mahal seri terbaru, sepatu kelas pelari olimpiade, HR chest, power meter, earphone merek buah2an, semua dikoleksi.
Tidak lupa jersey, celana, compression, headband, armband, baselayer, kaos kaki, race belt, visor, pokonya atas bawah luar dalam bisa matching semua, bisa berganti warna sesuai suasana hati dan tema hari-hari besar nasional.
Golongan ini sekaligus sebagai duta fashion para runner kepada khalayak luas bahwa fashion lari sekarang sudah berkembang dari sekedar celana training, kaos oblong dan sepatu kelinci.
5. Golongan Perfeksionis
Empat golongan di atas dipastikan tergabung bersatu padu dalam satu golongan ini, yaitu golongan pelari yang berharap event lari sesempurna olimpiade : Jalanan steril, waterstation banyak, refreshment enak, cheering point meriah, medali baja istimewa, bayar murah, udara dingin serta pulang-pulang makin disayang mertua. Saya termasuk dalam jajaran jamaahnya. Sayangnya, kita belum mendapatkan kombinasi istimewa tersebut di race pocari 2024 ini. Tidak mengapa. Tidak semua cinta dan harapan memang harus berbalas.
Kawan, dari golongan pelari manapun kalian, ucapan pujian layak diacungkan setinggi-tinggi nya dalam menyelesaikan event lari kombinasi halang rintang ini seperti (i) lari di kegelapan sepanjang supratman selepas start, (ii) lompat galah menghindari jalan bolong & tambalan jalan yang tak rata, (iii) pindah jalur ke trotoar, (iv) tatap-tatapan penuh amarah sama aa aa motor yang kesal jalan nya disetop (vi) ujian rasa ikhlas dalam festival klakson & knalpot berisik di setiap perempatan dan (vii) Pura-pura bahagia di depan fotografer walau sisa nafas tinggal sejengkal tangan balita.
Akhirnya semua patut disyukuri, semuanya aman terkendali. Di akhir acara pun tidak ada kabar menyedihkan dari para pelari seperti korban kolaps, tertabrak kendaraan, dibawa ke IGD RS, atau dighosting ayang. Semuanya utuh dan selamat.
**
Tapi keluhan-keluhan miring tetap saja ramai. Dari beberapa keluhan major yang ada, sepertinya yang menempati urutan tertingginya adalah semakin “tidak steril” nya jalan untuk berlari. Apalagi kalau dibandingkan dengan saat dimulainya Pocari Run 2017 di Bandung. Jalanan sebesar itu-itu saja, ruang untuk pelari semakin sempit, kendaraan warga semakin bertambah, jumlah pelari semakin banyak, istri semakin bertambah tua. Lengkap sudah lah penderitaan para pelari.
Memang berharap jalanan steril di event lari Bandung, bagai berharap Onky Aleksender balikan Pramitha Rusadi. Mungkin tapi muskil.
Bagaimana tidak, tidak ada alternatif transportasi lain di Bandung untuk masyarakat yang tetap butuh mobilitas di hari event. Toko klontong, pom bensin, supermarket, rumah makan, pasar tradisional, apotek tetap harus buka, roda ekonomi harus tetap berputar.
Coba bayangkan jika di Rumah sakit ada sebuah pengumuman : “Kepada seluruh pasien ICU, dalam keadaan koma atau sadar, harap mengganti infus nya sendiri-sendiri, karena para tenaga medis tidak bisa hadir di RS sesuai jadwal demi jalanan steril untuk event lari”. Tidak mungkin juga di apotek bikin pengumuman “Apotek sementara tutup, para pegawai tak bisa datang karena jalanan ditutup. Bagi pasien yang yang mau beli obat gatal-gatal, harap gosok pake bawang merah saja dulu”
Sehingga mengharapkan jalanan steril dengan rute lari Pocari Run 2024, tanpa ada alternatif transportasi di Bandung adalah harapan yang kejam.
Artinya jika tetap mengaharapkan jalanan steril di Pocari Run Bandugn dengan rute yang ada, hanya ada 2 pilihan untuk menyelesaikan permasalahannya, yaitu : (i) Bangun transportasi publik yang mumpuni. Jikalau hal itu tidak bisa terpenuhi, maka masuk ke pilihan kedua (ii) bekali masyarakat setempat dengan kemampuan ilmu katuragan bisa menghilang. Jika kedua hal itu tidak bisa dilakukan, maka satu-satu nya cara adalah (iii) menurunkan ekspektasi.
Anggaplah Pocari Run 2024 adalah hajatnya kota Bandung. Hari besar kota yang mesti dirayakan bersama dengan penuh bahagia dan sukacita. Hari dimana kita bertemu darat dengan kawan-kawan yang selama ini hanya bertegur sapa dan kasih like di media sosial. Ingat ya, anda terutama golongan pelari nomer 3, tidak akan terkena kaligata atau terserang malaria jika tidak mendapatkan Personal Best di event ini. Sehingga anda pun wahai golongan pelari kesatu, tidak perlu menutupi dusta-dusta anda karena tidak memungkinkan untuk anda kebut-kebutan sepanjang jalan. Lalu nanti kita berharap semakin lama pelari ke golongan kedua akan semakin berkurang dan tentu akan lebih meringankan tugas para tenaga medis dan petugas disdukcapil.
Yang perlu disyukuri sebagai keberkahan mutlak Pocari Run di Bandung adalah tentang cuaca. Bayangkan, lari pagi di Bandung mulai jam 05.00 (FM) jam 05.30 (HM) jam 06.00 (10K), cuacanya itu seperti tatapan istri yang baru ditransfer uang rapelan 3 bulan. SEJUK dan MENYEGARKAN !
Sehingga dengan demikian, acara Pocari Run 2024 ini kalaupun tidak akan menghasilkan pelari-pelari dan rekor-rekor yang hebat karena berbagai keterbatasan jalan, setidak nya bisa menghasilkan pribadi-pribadi pelari yang pandai untuk bersyukur dan lihai dalam bersabar. Toh malaikat penjaga kubur juga tidak akan mengubah pertanyaan menjadi “Man rabbuka, berapa Personal best FM anda ?”
*Bersambung*
tulisan Untuk (ii) Masyarakat Bandung (iii) Penyelenggara, dan terakhir Yth (iv) Mentri Pariwisata dan Kebudayaan bersambung pada bab berikutnya
**
RGI - IG @sukria21

Thursday, May 30, 2024

Tokoh inspiratif 9925

*Ini merupakan tulisan untuk ajakan reuni 25 tahun ITB 99*
Berikut adalah 13 sosok inspiratif di minggu pertama Tantangan 9925.
1. Prof Fatimah Arofianti (FI 99)
Bersama Prof Insanu (FA 99) menjadi 2 Profesor yang tercatat mau ikut Tantangan 9925. Sebuah kehormatan buat kita semua. Tetap rajin menyumbang Kilometer walau sedang tugas ke manapun.
Total KM yang disumbangkan sudah setara 21x keliling lapangan sabuga. Sungguh suri tauladan.
2. Chaidir Akbar (TL 99)
Penyumbang total KM terbanyak di minggu pertama. Selalu menjadi inspirasi pegiat olahraga 99. Sudah finish & menaklukan berbagai lomba extreme sport di berbagai negara seperti Triathlon di Australia, Marathon Di New York, Audax di Prancis, Trail Run di Rinjani dll.
Yang belum finish adalah terus berusaha menaklukan hati Istri tercinta. Di rumah.
Konon baginya itu lebih extreme sport.
3. Niar Yuniarti & 4. Deasy Syarifudin (FA 99)
Pemimpin klasemen di kategori jalan kaki. Total KM berjalan kaki berdua jika digabungkan adalah sejauh 107 Km dalam seminggu. Setara jarak Kongo ke Kamerun. Setelah melihat jurusan nya, diyakini mereka berkonspirasi meracik obat kuat sendiri.
5. Lorenzius (GD 99)
Penyumbang KM terjauh di kategori lari. 81Km dalam seminggu! Tidak untuk ditiru para nyubi. Jarak yang ditempuh nya mungkin setara 140x jarak GKU Lama ke kantin borju, tapi lewat PAU.
Atau sejauh rute angkot Ledeng - Margahayu 5 rit. Sepertinya beliau sedang persiapan pulang kampung jika kehabisan tiket pesawat.
6. Visca Wellyanita (GM 99)
Paling sering nyalain strava dan paling banyak aktivitas bergerak di strava. Pas admin mau stalking lebih jauh, HP keburu direbut istri.
Maap informasi nya jadi pendek. Untung udah clear chat.
7. Mustofa (TK 99)
Apresiasi khusus dr panitia karena dia adalah Presiden Keluarga Mahasiswa 99. Inspirasi bagi nyubi karena menjadi penyumbang KM terpendek yaitu 20 Meter saja. Mungkin beliau koprol.
Dari ruang tamu ke toilet.
8. Nissa Hanoum & 9. Nina Puspitasari (PL 99)
Duta dan sekaligus Pemimpin klasemen KM di cabor Tennis. Walau sebetulnya waktu & jarak yang dihabiskan untuk mencari kostum tenis di Cihapit & Cicaheum jauh lebih lama dari bermain tenis nya itu sendiri.
10. Komang Elva (PL 99)
Pemimpin klasemen di cabang olahraga sepeda. Kuat banget, baik hati dan pandai menyanyi. Gabungan apik kombinasi Mia Audina dan Meriam Belina.
11. Dedi Wijaya (FI 99)
Inspirasi untuk para nyubi. Mengaku sudah 3 tahun kabisat ga olahraga. Langsung jalan kaki 3.3 Km. Hasilnya pegel2 kaya abis berantem sama pelaku curanmor.
Dengan inspirasi nya ini, beliau berpeluang menjadi model majalah dewasa pria seperti Majalah Trubus dan Intisari, edisi pengobatan tradisional ala Dr. Hembing.
12. Cecep Rudiana (GM 99) dan 13. Dina (TL 99)
Insipirasi sebagai Pasangan serasi. Kemana2 olahraga berdua. Menandakan kemungkinan rumah tangga yang kompak, harmonis, dan selalu bahu membahu. Kemungkinan kedua memang selalu metode waskat (pengawasan melekat) atau ada trust issue karena sering ngilangin tupperware istri.
Demikian 13 tokoh inspiratif dari hasil tantangan 9925 di minggu pertama.
Yang terpenting, ayo datang dan ramaikan reuni 25 Tahun ITB 99. 🎶 Reuni 99 kudu bersejarah, jangan sampai jadi biasa ajah🎶